Oct 5, 2021

the warmest memory

aku tumbuh dengan banyak kekesalan di hati yang menumpuk setiap saatnya. 
kekesalan hati dari keluarga, dan tidak semua paham dengan hal ini. (seharusnya aku juga tidak meminta orang lain buat memahami ini, tapi kadang aku lelah.) 

 suatu hari saat, seperti biasa, aku berdebat dengan mama lewat pesan singkat. kita tahu pesan singkat sukar merefleksikan apa yang sebenarnya dirasa. jadi aku rasa kami sama-sama salah mengartikan emosi masing-masing...kami menjadi lebih sering bertengkar saat lebih sering tidak bertemu. 
"ingat, dia dulu pernah berjasa juga buatmu." seolah-olah hal yang aku ingat selalu keburukan papa. 
ya memang.. untuk saat ini banyak hal buruk yang selalu kuingat tentangnya. banyak kepedihan hati datang dari sikapnya yang pasif, sikap yang tidak melindungi keluarganya sendiri. 

tapi..justru..hal yang sering kuingat saat aku punya anak sekarang, adalah beberapa kehangatan yang pernah aku rasakan dengan papa. jauh saat aku masih kecil, masih TK saat itu. 
saat aku belum mengenal benci dan persoalan harta. persoalan gender. 
persoalan keterbisaanku. 

 jawabanku: disuapi makan sebelum berangkat sekolah berupa nasi dan ikan goreng yang dikepal bulat-bulat olehnya. makananku selalu habis saat itu. 
 sering kupraktikan pada anakku, 
dan sering membuatku tersenyum getir saat teringat kenangannya.

Pa..

Baru kali ini nulis sesuatu tentang Papa. Beberapa bulan terakhir adalah waktu-waktu membingungkan, kadang sedih tapi sebentar, kadang marah...