Showing posts with label orang orang. Show all posts
Showing posts with label orang orang. Show all posts

Jan 8, 2019

Barista yang Satu Itu

Barista itu sudah tersenyum saat menatapku, bahkan sebelum aku membuka pintu gerainya.
Ia menyapa lantang, dengan senyumnya yang jarang dikeluarkan.

Setidaknya ia menerimaku hari ini. Penerimaan yang lebih hangat dari biasanya.

Ternyata hari ini tidak semendung yang kukira.




Starbucks Asia Afrika, January 8th.
I will miss this place.

Oct 17, 2018

Apa yang Tampak

Halo Bulan Sepuluh..tesisku belum selesai juga :p

Hari ini sedang duduk di sebuah tempat minum kopi, untuk menyelesaikan ini itu sedikit lagi.
Lalu bertemu orang-orang yang sibuk dengan, setidaknya, satu barang elektronik, entah itu ponsel atau laptop. Sama sepertiku.
Dan ada dua orang lelaki ini.
Dari jauh, mereka terlihat sebagai sepasang teman. Duduk, dengan frappe di depan mereka, menunduk memegang ponsel masing-masing, tanpa kontak mata pada temannya sendiri.
Aku tuduh mereka sebagai orang-orang masa kini: lebih asik berbicara dengan yang maya daripada yang mewujud.

Tapi ternyata mereka sedang main game online bersama.
Tertawa bersama.


Bahagia tetap ada saat kamu menikmati sesuatu bersama, meski tidak bersama.


May 5, 2018

deja vu 2013

Menulis ini saat malam hari Sabtu,

Oke, aku akan mengeluh lagi.

Seorang teman di grup tiba-tiba bertanya kabar dan obrolan di grup kembali hidup.
Yah, sudah di akhir semester akhir, maka obrolannya pun seputar tesis dan tanggal kelulusan.

:')

Rasanya sedih waktu ngintip notifikasi. Sudah ada rencana A, rencana X, sementara aku sama sekali tidak ekspektasi apa-apa.
karena

Aku takut berpisah.
Aku takut semua kenyamanan ini berakhir.
Kesempatan untuk memperdalam ilmu, berada di kampus yang atmosfirnya menyenangkan, bertemu orang-orang baru dan pemikiran baru..
Lalu
tiba-tiba suatu hari suatu hari kamu berhadapan dengan kardus-kardusmu yang sudah tersusun rapi, membawanya ke jasa pengiriman, bersama dirimu, pergi meninggalkan kota ini.


deja vu 5 tahun lalu, sesaat aku lulus sarjana.

Mar 28, 2018

Kelas Inspirasi (#2)

Hari itu saya bertemu banyak sekali orang baru dengan cipratan ekspresi yang bermacam-macam. Matahari sudah semakin tinggi, tanda kegiatan akan segera berakhir.
Tiba-tiba seorang anak perempuan menarik baju saya dengan tergesa.
“Bu! Bu! Bu!” panggilnya.
“Ada apa?”
Dia menjawab dalam Bahasa Sunda dengan cepat, nadanya menuntut, maka saya pun mengikuti arah ia berjalan. Kami menghampiri seorang anak laki-laki di salah satu ruangan. Dia berdiri dengan wajah tertutup lengan, menangis.
“Lhooo kenapa?” saya jongkok bertanya sambil menepuk pelan pundaknya.
Kemudian tiba-tiba saya dikerumuni banyak anak kecil setinggi pinggang saya. Si anak perempuan tadi menjelaskan kronologinya, lagi-lagi dalam bahasa yang tidak saya mengerti.
Saya panik.
Di dekat saya sedang tidak ada relawan lain, sementara itu bocah-bocah yang semakin banyak jumlahnya ini terus menatap saya menuntut solusi. Wajah mereka cemas, secemas ekspresi Porgs yang ikut menumpang Millenium Falcon.

Saya sendirian.
Panik panik panik.

“Berantem ya? Nggak papa..nggak papa. Jangan nangis..mana temannya? Ayo baikan. Ayo senang-senang.” Itu kata-kata yang terus saya ulangi sambil berdoa semoga anak ini segera berhenti terisak.
Lalu seorang anak laki-laki lain menghampiri sambil menggerutu.
Lalu dua anak laki-laki ini saling berjabat tangan dan berpelukan, masih dengan ekspresi tangis dan cemberut.
Akhirnya mereka duduk berdua di sudut kelas, saling berbisik, meskipun masih dengan ekspresi yang sama...dan sesederhana itu mereka kembali berbaikan.
“Main bareng ya..kamu temenin mereka juga ya” kata saya pada si anak perempuan. Ia mengangguk dan tersenyum,
“Dadah Bu, dadaah..”

~
Seperti itu saja rasanya sudah sumringah seperti penjaga perdamaian antar galaksi! :D


foto oleh mas arbi dan nina. terima kasih :D

Mar 27, 2018

Kelas Insipirasi (#1)

Hari itu aku belum mengenal mereka. Senyum canggung dan ramah tamah ringan saya latih sebagai persiapan untuk bertemu mereka.
Dentum-dentum kecil di dada mengiringi keberangkatan Jumat pagi ke tempat yang dijanjikan.
Sampai kemudian dering kecil ponsel saya membuyarkan lamunan: ah, Bu Tina rupanya sudah sampai untuk mengangkut saya.
Lalu kemudian muncul Ayu dan seorang teman, menyapa kami dengan kecup pipi kanan kiri.
Lalu perjalanan dimulai, obrolan pun meluas.
Lalu kami sampai di Tasikmalaya.
Ada Teh Dini dan Rizki sudah lebih dahulu berkenalan.
Lalu muncul yang lainnya.
Satu..
Dua..
Dan ternyata mereka punya kesamaan: sama-sama sejenis orang hebat yang berhati hangat.


Hari itu ada mereka yang memberi inspirasi, dan ada saya yang diam-diam ikut menyerapnya :)
Hari itu ditutup dengan pelukan dalam, jabat tangan erat, lambaian tangan ringan,
seraya saling mengucap “hati-hati..sampai jumpa lagi!”
.....
Apa lagi yang paling meletupkan dada setelah hari itu?
:’)


This is how doing-photo-group-with-good-people looks like.. :)

Nov 2, 2014

Hasil Observasi

Beberapa orang-orang benar-benar memperhatikan cerita kita, lalu memberi solusi atau opini yang melegakan, tak hanya dari sisi psikis tapi juga logis.

Dan sebagian orang hanya sekedar mendengar cerita kita, mengomentari seadanya dan menilai sekilas dari permukaannya saja.

#hasilobservasipengawuran ;)

Jun 19, 2012

Postingan penuh kode

kuharus pergi meninggalkanmu, yang telah hancurkan aku

Sebait lagu yang lagi populer itu bikin aku inget ke kejadian beberapa tahun lalu dengan seseorang. Apalagi akhir-akhir ini dia sedang dibicarakan banyak orang.
Bukan, bukan tentang hubungan percintaan (ngok), tapi tentang hubungan pertemananku dengan seseorang.
Kami berdua dulu sangat dekat. Sampai suatu kejadian menyakitkan terjadi, hubungan kami berdua sekarang akhirnya menjadi sangaaaat berbeda.
Sekarang kami sudah nggak sedekat dulu. Ketemu pun hanya sekedar tersenyum dan basa-basi singkat.

Saat ini dia sedang mengalami masalah yang hampir mirip dengan kejadian dulu itu. Kejadian yang membuat aku memilih untuk menjauh dan menjaga jarak.
Kejadian itu juga membuat aku lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan pertemanan, membuat aku jadi lebih selektif dan nggak mudah 'berbaik-baik' dengan sembarang orang.

Aku kasihan sama dia. Tapi aku merasa sudah nggak punya hak atau kewajiban untuk membantu dia. Bahkan sekedar menghibur pun bimbang.

Kadang-kadang aku berpikir, mungkin kejadian ini nggak akan terulang kalau aku dulu nggak memilih untuk menjauh dari dia. Mungkin aja kalau aku bisa dengan tegas mengingatkan dia, dia akan berubah dan nggak begini jadinya.

Ku akui sungguh beratnya, meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan, karena ku tahu ini yang terbaik


nb. ini postingan penuh kode. mungkin orang awam nggak bakal paham ini tulisan apa :p

Jun 4, 2012

Pake nama panggilan aja, please..

Bagi yang sudah tau nama asli lengkap saya pasti nyadar kalau itu nggak nyambung sama sekali sama nama panggilan saya. Hehe.
Punya nama depan yang sama kayak nama sang kakak perempuan (Widya), bikin ortuku membuat nama panggilan yang lebih simpel buat aku. Tapi nggak tau juga gimana prosesnya, tau2 muncul aja nama 'Ninis' sebagai nama panggilanku. Kata Mama, sih, karena dulu waktu kecil aku menis-menis (???), yang aku yakin kata menis-menis itu nggak ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jadilah aku dipanggil 'Ninis' sampai sekarang.

Karena selalu dipanggil 'Ninis', akhirnya setiap kenalan sama orang, aku selalu memperkenalkan diri dengan panggilan itu. Kecuali untuk perkenalan formal seperti ke guru, dosen atau saat presentasi. Jadinya cuma guru-guru dan dosen aja yang manggil 'Widya'. Hehehe.
Bahkan seorang guru SD, yang mana beliau seorang Jawa yang medok sangat, manggil aku bukannya 'Widya' tapi malah 'Widyo". Pake 'O'.
Jadi kalo ngabsen jadinya: Widyoooo......
Tapi untungnya nggak kebablasan dipanggil 'Widodo'.

Sampai sekarang suka aneh aja kalau ada orang yang manggil aku dengan nama 'Widya'. Berasa formal sekali dan aneh.
Jadi kalau ada yang manggil pake nama asli, suka pura-pura nggak denger atau menghindar.
Tapi ada juga adek tingkat, yang (mungkin) nggak tahu nama panggilanku, sibuk merajuk2.
Ceritanya dia lagi buka lapak dan aku dateng ke tempatnya buat lihat2 barangnya. Eh terus dia heboh promosiin ke aku dong ya.

X : Mbak Widya Mbak Widya Mbak Widyaa...ayo beli barangnya Mbak WIDYAA.... *pasang cute face*
Me : Ha?
X : Mbak Widya Mbak Widya Mbak Widyaa bla bla bla dst dsb dll etc blup blup

Dang! Suaranya tuh yaaa...stuck muter2 di kepala. Aku cuma bisa diem, pasang muka datar, pura2 nggak lihat dan nggak denger. Eh tapi ni anak tetep merajuk manja (alah).
Bukannya aku ini jahat atau gimana yah...yang namanya nggak nyaman ya masa dipaksain? Akhirnya aku cuma nyengir dikit dan kabur dari lokasi.
Awkward sekali pokoknyaaaahh

Bertahun-tahun dari sekarang, mungkin aku masih akan 'memasyarakatkan' nama 'Ninis', nama yang didapat dari celetukan spontan orangtuaku. Tapi juga bukannya nggak mungkin suatu saat aku akan dengan mantab kenalan informal dengan nama 'Widya'
.....atau mungkin jadi "Saya Bu B---- dari blok depan..hihihihi" *ketawa centil ibu2 PKK perumahan*

Dan mungkin bertahun-tahun mendatang, aku bisa jadi lebih dewasa menyikapi apa pun cara orang memanggil namaku. Nggak cuma nyelonong kabur pura-pura tuli lagi :D
*getok kepala sendiri*

Jan 27, 2012

Another Love Story

Kali ini mau cerita tentang seorang sahabat, sebut aja namanya Cita. Kita kenalan waktu kelas 2 SMA karena ada pengelompokan kelas ipa-ips-bahasa. Orangnya cantik, tapi cuek, jago karate, dan galak. Dia orangnya juga nggak sering basa-basi dan straight to the point. Suka ya ngomong suka. Nggak suka ya ngomong nggak suka.
Cus bles. Beberapa kesamaan sifat dan karakter bikin kami berdua cocok dan duduk sebangkuuu terus. Curhat sama dia asik, nggak perlu malu-malu atau sungkan kalo cerita tentang apa aja ke dia. Gitu juga sebaliknya.

Di balik sifatnya yang cuek dan galak, ada satu hal yang sangat aku kagumin dari dia. Dia dewasa dan bijaksana. Dan tulus. Tulus dalam hal apa aja.
Tulus dalam soal cinta terutama.

Cita pernah sangat jatuh cinta. (sumpah ini ceritanya kayak dongeng disney campur ftv banget)
Cita ketemu Miko dalam suatu pesta dansa (beneran). Cita acuh, karena dia cuma nemenin satu sahabatnya yang lain, sebut aja Reni. Miko naksir Cita. Besoknya nelpon Cita. Bener2 ngejar Cita.
Cita cuek. Dia nggak peduli sama Miko dan cenderung menjauhi. Tahu kenapa? Pertama, mereka baru pertama kali ketemu dan kedua (dan yg paling krusial) beda agama.
Tapi yah, namanya juga udah diskenariokan oleh Tuhan, Cita lama-lama jadi tertarik dan mulai memperhatikan Miko. Dia pernah cerita, dia bimbang. Ada satu ganjalan terbesar, yah, perbedaan agama itu tadi. Apalagi Miko termasuk Katolik yang taat.
Aku, sebagai sahabat yang bodoh dan polos, cuma bisa kasih nasihat standart aja. Nasihat macam, "Pikir2 lagi deh Cit, nanti daripada saat kamu udah terlalu dalam cinta sama dia, kamu bakal nyesel dan kecewa karena perbedaan itu" atau nasihat "Kalau kamu yakin bisa ngatasin resiko selanjutnya, ya terserah kamu Cit"

Dan akhirnya mereka jadian.
Dan saat-saat itu adalah saat-saat pertama kali dimana aku bisa melihat secara nyata bahwa cinta bisa bikin seseorang mengekspresikan perasaannya dengan sangat maksimal.
Maksudnya, saat dia lagi bahagia bawaannya seneeeeeng banget dan berikutnya waktu dia sedih bawaannya mewek dan drop all day long. Dan ini asli, terjadi di depan mataku.
Aktivitas pacaran mereka nggak melulu makan-nonton-jalan2, tapi juga diskusi tentang apa aja yang lagi happening saat itu. Sampai ke masalah isu-isu agama pun mereka diskusiin. Quality time banget lah.
Suatu saat si Miko kecelakaan dan harus opname di rumah sakit. Cita sedih dan nangis terus di sekolah. Dia cerita sambil mewek. Dia cerita tentang bagaimana menderitanya Miko, bagaimana dia kepingin rasa sakitnya Miko di-share ke dia juga. Itu pertama kali aku ngelihat suatu perasaan yang bener2 nyata dan nggak dibuat2. Adegan yang aku pikir cuma ada di film atau sinetron aja.
Aku cuma bisa ngelus2 rambut Cita waktu itu. Dan itu pertama kalinya aku nangis bersama seorang teman. Nangis karena I feel sad too. Kita nangis berdua saat itu.

Dan masa-masa itu lewat. Mereka happy lagi meskipun sering berantem karena sama2 keras kepala.
Sampai pada akhirnya aku dan Cita harus pisah karena aku ngelanjutin kuliah di Malang dan dia di Surabaya. Kami berdua jarang kontak2, karena emang pada dasarnya kami jarang sms-an sebelumnya. Aku juga akhirnya nggak ngikutin perkembangan percintaan Cita-Miko selanjutnya. (teman macam apa aku ini)

Pada suatu liburan semester, aku dan Cita ketemu. Kami berdua jalan bareng.
Dia cerita satu hal yang bikin aku terkejut. Cita dan Miko sudah putus.
Dan yang bikin aku tambah terkejut adalah reaksi Cita datar dan biasa aja. Wo wo wo...ada apa ini? Padahal kalau ngelihat reaksi Cita waktu masih pacaran sama Miko dulu kayaknya dalem dan ekspresif banget.
Dia melanjutkan ceritanya. Dan penyebabnya putusnya mereka ini tambah bikin aku terkejut.
Ingat Reni yang aku sebutin di awal cerita? Yap, Miko ada affair dengan dia. Salah satu alasan adalah karena Reni beragama Katolik, sama dengan Miko. Ini membuat Reni lebih bisa diterima di keluarga Miko, tidak seperti Cita yang harus susah payah pdkt ke keluarga Miko.
Jujur, aku nggak paham bener pokok permasalahannya apa. Yang jelas, aku pikir ini keputusan yang tepat buat Cita. Bagaimanapun dia adalah seorang wanita hebat yang tau sikap apa yang harus diambil. Mungkin dia berpikir, kalau Miko akan bisa lebih bahagia dengan Reni.
You know it's love when all you want is that person to be happy, even if you're not part of their happiness (Julia Roberts)

Dan walaupun dia masih jatuh cinta dengan Miko saat lelaki itu main belakang, dia masih pake logika. Perbedaan yang begitu mendasar juga akan mempengaruhi hubungan mereka nantinya. Jadi Cita memilih stop. Stop berhubungan cinta dengan Miko dan mengharapkan hal2 yang indah dengannya.

Aku salut sama dia. Gayanya bercerita seakan dia bukan pemeran dalam cerita yang lagi dia share ke aku. Tenang, kalem, sambil ngaduk2 minumannya...padahal aku yakin, dibalik sikap kalemnya itu, pasti dia pernah nangis atau merenung pada suatu malam. Secara ya...saya tau sendiri kalo Cita suangat mencintai (haduh bahasanya) Miko.
Tapi yah...sesuai salah satu quote yang pernah aku baca.. "Cinta yang teramat sangat bisa hilang begitu saja saat ada pengkhianatan". Mungkin quote itu berlaku juga buat Cita.
Tapi aku juga (sekali lagi) yakin, kisah Cita dan sang mantan nggak mungkin bisa dilupain begitu aja. Meskipun sampai sekarang aku nggak pernah denger dia ngungkit2 cerita tentang Miko, tapi aku yakin dia sekali-sekali pernah mikirin tentang Miko, senyum2 tentang Miko ataupun kesel2 sendiri kalau inget dia.

Sometimes we must get hurt in order to grow; we must fail in order to know. Sometimes our vision only clears after our eyes are washed away with tears. (anonim)




Dan...satu kesimpulan dari cerita ini adalah: Aduh beneran bodohnya aku nggak perhatian sama temen sendiri :(
I'm so sorry Cita...

Jun 29, 2011

Day 1 - Your Best Friend

Best friend? Hmm...kalau ditanya soal itu, jujur saya masih nggak ngerti apa yang disebut dengan Best Friend dan kriteria2nya.
Pepatah2 romantis dan galau sering bilang kalau best friend itu selalu ada saat sedih dan senang.
Hari gini? Saya ragu2.
Antara setuju dan nggak setuju, saya jarang sekali menemukan kriteria seperti itu. Kebanyakan orang-orang yang saya tahu hanya tiba-tiba datang saat saya lagi happy atau saya lagi sukses.
Lalu saat saya sedih? Down? Pada pasang earphone semua -___-

Alhamdulillah, saat ini hanya sedikit teman yang begitu hypocrite-nya.
Boleh lah saya punya temen2 yang sedikit sekarang, namun mereka tidak punya tampang pembohong dan munafik.
Soalnya saya pernah berhadapan dengan orang munafik dan rasanya gk enak bgt :)

Aaaa jadi mellow begini...

Jun 24, 2011

Cerita Lain Rumah Kost Saya :)

Stuck. Cerita ttg kos saya aja ya…kisah nyata..
Di bagian depan kos ada kamar ibu kos dan 1 kamar kos. Yg nempatin kamar itu anak 2009 dan 2006, sebut aja namanya S dan W.
Kamar S dan W luas, saking luasnya suasana dalam kamar itu agak temaram meskipun pake lampu yg terang bgt. Kadang jadi terlihat seram.
Suatu malam, S tidur sendiri di kamar itu. W sedang pulang kampung ke kotanya. S tertidur lelap.
Tapi, antara sadar dan tidak sadar, tiba-tiba seorang perempuan bergaun putih dengan rambut panjang menghampirinya dan berdiri di sampingnya.
Perempuan itu nyuruh S buat pindah posisi kasur buat tidur. S bingung kenapa perempuan itu nyuruh gitu.
Lalu si perempuan bilang, kalau posisi tidurnya S skrg itu sejajar dengan yg tidur di bawah kasurnya S..gk lain gk bukan adalah makhluk halus berinisial ‘P’.. dan makhluk berinisial 'P' itu agak terganggu karena ada yang tidur di atasnya, alias si S. Besok paginya S langsung merubah posisi kasurnya.
Skrg dia gk pernah didatengin langsung lagi, kecuali sapaan kecil lewat sekelebat perasaan gk enak sewaktu2... :)

Intermezzo: sekarang S udah pindah kos. bukan karena pengalaman 'aneh'nya, tapi karena memang pingin cari suasana baru.

May 7, 2011

more and more

ultimatum yg dia berikan membuat aku berpikir.
evaluasi diri jadi pilihannya.
sedikit demi sedikit aku mencoba berubah.
mengeluarkan senyuman di saat aku bersedih.
mengeluarkan nasihat di saat aku sedang kesal.
dan mengalah..agar dia/orang lain yg lebih tersenyum lagi, bukannya aku.

sedikit demi sedikit aku belajar lagi dari awal.
limpahan tanggung jawab yg berbeda sekarang ada di depan.
aku akan buktikan aku bukan orang yg egois dan cengeng lagi.

mungkin aku juga akan menyembunyikan perasaan negatif.
dan mungkin itu langkah untuk sedikit membohongi diri sendiri.
sedikit lebih banyak.

Feb 20, 2011

Waspada

Mungkin tulisan ini terlihat ketinggalan, nggak update, dan boleh kalian berteriak "where have you been?". Jujur, menurutku, segala sesuatu perlu kubahas apalagi sesuatu tersebut bersinggungan langsung dengan kita, paling tidak, terjadi di dekat kita.
Siapa yang tahu kapan terjadinya segala kejadian? Sedih, susah, senang, heboh, dll?
Beberapa kejadian akhir-akhir ini membuat aku agak ngeri. Kali ini tentang kriminalitas.
Hari Jumat pagi (180211), aku bertemu dengan si dia untuk menebeng ke Terminal Arjosari untuk naik bis ke Sidoarjo (mudik ceritanya). Aku kira pagi itu akan seperti biasanya: saling mengucap rindu, saling berpesan 'jangan nakal', atau saling mengkomentari tentang hal2 yang kami temukan di sepanjang jalan.
Agak lain hari itu. Dia tiba di depan kost-ku, berkata, "Keluarganya A jadi korban pembantaian. Kemarin A langsung pulang ke Aceh." Singkat, padat dan jelas seperti cara dia berbicara biasanya.
Aku diam sebentar. "Guyon ah," kataku lalu sambil nyengir berdoa kalau itu benar-benar guyonan pagi hari-nya dia.
"Serius kok," Lantas dia mengambil ponselnya yang sudah terkoneksi dengan link berita kejadian pembantaian yg dimaksud.
"Heh?? Ini adiknya A beneran?"
Aku terus membaca berita itu. Diberitakan dalam harian media elektronik itu, tiga anak kecil yang kesemuanya adalah adik A, dianiaya oleh pamannya sendiri. Yang paling kecil meninggal dunia, sementara 2 kakaknya terluka parah dan sekarat. Inalillahi..Astaghfirullah..
Ada satu kejadian lagi. Sudah lumayan lama sih sebenernya. Pagi itu di bulan Januari 2011, aku baca koran Metropolis-nya Jawa Pos. Salah satu
Selama ini aku hanya mendengar berita-berita kriminal dari koran atau televisi tanpa pernah membayangkan bahwa hal-hal tersebut bisa terjadi di sekeliling kita..di antara teman-teman kita...
Aku memang tidak begitu dekat dengan A, tapi aku berharap pelaku kejahatan tersebut mendapat hukuman yang setimpal baik dunia maupun akhirat.
Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian itu adalah, jangan lengah dan terus waspada dalam kehidupan sehari-hari. Perbanyak berbuat baik kepada orang lain, niscaya orang lain akan berbuat baik kepadamu dan kamu dihindarkan dari segala macam celaka..
Amin..

Jul 15, 2010

Normally Holiday, yip yip ;)

hola :)
akhirnya sempet juga coret-coret di media informasi (kebanyakan curhat) ini. Wiwow, excited ahirnya libur tlah tiba.
Aye :D

Aku pulang tanggal 12 Juli 2010 kemarin, disambut dengan bau lumpur yang semakin pekat. Mana puanas buanget pulak Sidoarjo ini.
Finally I'm home cikicriw :)

Besoknya langsung diajak ke Cito, nonton Karate Kid.

Jaden Smith cute cup cup sini sama tante ;P

Besoknya, Selasa, nganggur. Tidur seharian, pet society seharian, menyiksa hamster seharian...disco lazy time pokoknya.
Hidupku bagai di surga.

Hari Rabu, sms dan di sms temen2 buat planning ngumpul. Trus ngintip-ngintip nilai di Sinergi , eh gk taunya ada yang udah keluar. Semoga untuk nilai selanjutnya gk ada yang C, Amin *_*

Hari Kamis (160610), we had a great time together. Yippie :D

KIKA: okta - riska - dila - ninis

Sepanjang hari kita ngobrol2 di Cito (again -_-), haha hihi huhu hehe. Menggosip tentang sesuatu. Masuk Matahari nyari kaos oblong (kata riska: kaos gombal). Makan. Foto di...(sensor).

Untuk kesenangan selanjutnya adalah....blum tau. Masih direncanakan :D

Have a great holiday, people ;)

Mar 31, 2010

Better You

Dua orang yang saya anggap paling mengerti saya: Mas dan Chetie.
Huhuhu.
Mereka selalu berpendapat benar. Selalu memberitahu kesalahanku dengan sangat tepat. Selalu tidak masalah jika aku ada rahasia. Selalu tahu apa mauku. Selalu mengalah pada egoku. Selalu menjadi yg terbaik.

You always know what to say
To make me feel like everything's okay

*Knock Knock - Lenka*

Mereka yg sekarang mengaku dekat dan mengerti aku...sebenarnya tidak benar-benar dekat dan tidak benar-benar mengerti. Hiks.
Bertahan.

Jan 1, 2010

Belajar Dari 2009-ku Kemarin

Tengah malam setengah jam lagi. Tapi mataku belum berkurang jg dayanya. Mumpung melek, mau dipake buat melekan ah... (gk jelas)

Situasinya: Mama tidur di kamar, Papa nonton Superman Returns di ruang tengah, Mbak Widya terkapar di kasur (hey you, katanya mau melekan nonton film bareng -_-a), dan aku di depan laptop dengan beberapa file tugas yang terbuka.
File tugas terbuka tapi bingung..what should I do..tsah..
Gini ini kalo suka menunda-nunda ngerjain tugas. Kebiasaan yang harus dihilangkan.

Sekarang tanggal 1 Januari 2009, dan besok tanggal 2 Januari 2009 (ya iyalah). Dari sini aku berpikir, "Wow, setengah jam lagi adalah hari kedua di tahun 2010). Jadi inget beberapa bulan ke belakang, dimana 2009 banyak membawa berbagai macam pengalaman. Too many tastes..apa di tahun 2010 lebih beragam lagi yang kudapat?

Tahun 2009 kemaren banyk yang membuat aku merasa berbeda, gk pernah aku dapet sebelumnya. Aku masuk semester 3. Tantangan mahasiswa PWK mulai datang: Studio Permukiman Kota (APPK) 2009. Studio kedua kami setelah Studio komputasi (yg jauh dari apa2nya APPK.
Kelompokan, hampir tiap hari pulang malem, cuma sempet mandi pagi tok, jarang pulang ke rumah, lekah..

Untuk kelompokan, terlihat gampang di awal semester 1 dulu dimana tugasnya masih enteng2.
But now? Kelompok bisa bikin stres juga. Hehe ;(
Teman yang dulu dikira asik dan sejalan, ada kalanya bisa berseberangan dengan pikiran kita. Aku bilang A, dia loncat jauh ke X.
Teman yang dulu dikira bisa mengerti, ada kalanya suka membicarakan orang lain di belakang kita.
What the fvck.
Susah memang kalo harus menyatukan banyak kepala untuk merumuskan satu tujuan yang SATU dan bisa diterima semua pihak. Ada kalanya harus ada yang berselisih, menangis, teriak, misuh2, diem2an..

Kadang komentar (busuk) dari pihak luar juga masuk, memperkeruh suasana hati dan pikiran yang sudah butek.
"Ngapain sih pulang malem terus?"
"Kelompokan terus gk bosen ta?"
"Kamu jarang kumpul sama kita lagi.."
"Jurusanmu sok sibuk..hahaha"

Argh. Komentar yang sebenarnya biasa saja, namun kalo hati lagi mangkel, kedengarannya jadi kayak minyak penyulut api :|

kamu gk ngerti PWK. kamu gk ngalamin jadi mahasiswa PWK UB, jadi diem aja kalo gk tau apa2.

maunya ngomong gitu, tapi ya udah lah, ntar malah kesannya sok sibuk sampe jutek2 piye gitu. Aku cuma senyum waktu denger komentar2 itu dan cepat2 menghindar biar gk semakin panas.


Belajar dari 2009, aku mau lebih baik untuk esok hari. Bukan mentang2 udah tahun baru trus bikin resolusi gitu.Pergantian tahun bukan alasan untuk berubah.
Tapi aku ingin berkaca, ngapain aja tahun kemaren..
Aku ingin bisa mengendalikan emosi..dan aku ingin PWK 08 seperti dulu..waktu semester 1 dimana semua wajah terlihat polos tanpa ada amarah dan emosi.



*foto waktu welcome maba PWK 2008 tahun lalu. Miss you ;)

May 16, 2009

kalo sudah egois..

Gk usah munafik, tiap orang pasti punya sifat egois.
Walau secuil.
Walau ia terlihat sangat peduli sekalipun.

Tapi yang ini sudah keterlaluan.

Bukannya aku mengharap pamrih, bukannya aku merasa gk ikhlas.
Tapi mbok ya…

Tolong, saat aku butuh bantuan..tolong mengerti.

Aku gk minta banyak.
Aku cuma pengen melihat kepedulianmu, walau cuma sekedar kata-kata "Kamu kenapa?" atau "Apakah kamu baik-baik saja?"
Cukup itu..sudah bikin aku merasa diperhatikan.

Tapi kamu malah dingin, cuek, pura2 tuli.

Lupa kamu saat kamu butuh bantuan, apa yang aku lakukan?
Oke, terdengar aku yang egois sekarang.

Tapi, apa aku gk boleh egois?

Sabar nis..



Mar 8, 2009

Tugas dan dosen

Posting sambil nyari bahan bwt tugas tukar materi Metode Analisis Perencanaan (MAP).
Nyari udah lama, gk ketemu2 yang pas sama materiku.

Wadohh..Jiambul, dosennya aja udah nyebelin, apalagi tugasnya.
Aku masuk kelompok 1, kebagian materi hari pertama. Jiambuul *lagi*.. Isinya lha kok rumus-rumus tok!
Aku yang udah semangat duduk di dua baris terdepan jadi melempem. Nyatet sih nyatet lengkap..tapi aku kayak zombie: nyatet dengan tatapan bego karena gk ngerti itu tulisan apa. Rumus bwt mbangun piramida Mesir paling yah.
Huhu.

Dosen bwt kuliah MAP ada 3: Pak Itu, Bu Ini, sama Pak Anu (nama samaran semua jee..).
Pak Itu kayaknya yg paling nyeremin deh. Ehem, maap Pak, tapi memang begitu adanya dikau Mister..
Masa aku tanya ke Lysna, koordinator MAP kelasku.
AKU : Lys, gimana, MAP kelompokku presentasi tukar materi gk?
LYSNA : Setauku seh gk ada nis..
Lha..siapa yang gk senewen dapet jawaban ambigu gitu? Aku langsung protes, tanya2 terus ke Lysna..
AKU : Masa Lys? Lha katanya Bu Ini, setiap awal kuliah selalu ada presentasi..
LYSNA : Kalo Pak Itu gk ada Nis.
AKU : Mosok Lys..
LYSNA : Aku udah tanya ke dia. Apa coba jawabnya? Dia bilang, "Tukar materi apa?! Jangan sok tau kamu.". Atau kamu mau tanya sendiri? Nih, aku kasih nomer hp nya..
AKU : *cengengesan* gk Lys. Makasi. Hehehehe.

Pas masuk kelasnya aja, hawa-hawa gk enak mulai terasa. Orangnya kayak siap menerkam gitu.
Hehe.
Btw aku sok nge-judge dosen deh. Baru awal2 kuliah udah protes..
Hadooohh..bukan mental mahasiswa teladan.. (Apa si..ngelindur ;P)

Kalo Bu Ini..kakak tingkatku nyaranin jangan sampe telat kalo masuk kelasnya. Hukumannya bisa aneh-aneh. Disuruh nyanyi atau baca Teks Proklamasi..bisa juga Sumpah Pemuda. Hormat Buk!

Kalo Pak Anu..ehem, ganteng orangnya. Masih muda bow!
Hohohoho.
Tapi denger2..menurut gosip, doski (Oke, aku juga jijik baca tulisan sok gawull begini xP) udah merit. Yaaahh...padahal ojring punya ni dosen. Wekekeke.

Ada lagi dosen yang patut diperbincangkan. Namanya Mister Tralala (nama samaran lagi).
Doski (alah) dosen statistika. Pertemuan kemarin beliau ngasi PR ajaib: Hapalkan lagu Ayat-ayat Cinta...
Hamsyong.
Katanya kalo pas ditunjuk gk bisa jawab, harus berdiri di depan kelas. Trus kalo mau minta duduk, harus nyanyiin lagu yang di-request ntu dosen.
Hem..semoga bukan aku yang harus nyanyi hari Selasa besok. Karena aku takut membahayakan jiwa temen2 sekelas yang aku sayangi.. :'(


Huss...kok jadi mempergunjingkan dosen begini. Mahasiswa macam apaa..
Mo nyari literatur lagi.
Browsing..browsing..
Tapi ujung-ujungnya maen fesbuk juga..huhu.

Adios amigos esmeralda marimar... (Lhu?)

Jan 23, 2009

REVIEW

UAS-ku Cuma 3 hari. Tapi, sehari langsung tancap 2-3 mata kul. Mantaf la..
Aku UAS dari Selasa sampe hari Kamis. Abis UAS hari terakhir, aku, Galuh ma Mami langsung tancap ke Matos. Rencananya sih mau nonton, tapi gk tau mau nonton apa. Secara di Matos film yang diputer pada jadul. Dua-tiga bulan rilis di Surabaya, baru di Matos maen. Mana filmnya film Indonesia yang ceritanya maksa dan, ehm, ya taulah gimana.

Begitu sampe di Matos, kami langsung ke 21 nya. Tuh kan bener. Yang diputer waktu itu: The Mummy Returns, Superhero Movie, Selai Kacang (Beh), sama SETAN BUDEG.

SETAN BUDEG.

Ada-ada aja film jaman sekarang. Setan aja budeg. Besok-besok bakal ada Setan Bisu, Pocong Cacar, Kuntilanak Disko..alah.

Dan,,ternyata…akhirnya kami milih nonton film itu juga. EHEHEHEHE.

Filmnya..yah..seputar gitu-gitu aja. Ada cewek tuli, mati, trus gentayangan buat nuntut bales. Tapi tetep aja aku tutup mata. Cz setannya nyeremin. Namanya juga setan made in Indonesia, make-up nya serem. Tebel kayak make-up banci. Hoho.
Ada komedinya juga, jadi rada gk garing. Lumayan lah, daripada nganggur gk jelas.

Besoknya (Jumat 9 Jan 09), aku ngebut ngerjain tugas ma anak2 di perpus. Ngerjain tugas besar kelompok Pengantar PWK, dikumpulin hari Senin.
Dari Jumat sampe Minggu kami ngerjain terus sampe larut bgd. Jam 12 malem baru pulang ke kos masing2. Besok pagi ngumpul lagi buat ngerjain sampe jam 12 malem lagi. Begitu terus sampe hari Minggu. Aku sih nginep di kos Iin (dari Mataram) cz aku gk enak ma ibu kos klo pulang malem2. Yang ada mukanya cemberut.

Lah pas lagi gk ngambek aja udah keliatan cemberut, apalagi pas ngambek. Haha. Piss ah ^^V

Akhirnya tu tugas slese juga..

dan aku bisa pulang ke sidoarjo..




*ni sbenernya postingan flashback. hehe.*

Pa..

Baru kali ini nulis sesuatu tentang Papa. Beberapa bulan terakhir adalah waktu-waktu membingungkan, kadang sedih tapi sebentar, kadang marah...