Bulan malam ini cantik, sinarnya yang kuning membuat langit terlihat bersih.
Jadi teringat malam-malam di Sidoarjo. Ketika waktu menunjukkan pukul sembilan-sepuluh malam, Mama selalu keluar rumah hanya untuk sekedar menatap langit.
Sambil melamun.
Lalu mengamati sekitar, entah itu mencermati pos satpam di ujung jalan atau gemerisik rumput yang dicurigai memiliki pertemuan curut-curut di lahan kosong depan rumah.
Lalu aku mengintip dari balik gorden- tentu saja Mama menangkap gerakan di jendela, jadi Mama akan memberi isyarat agar aku ikut keluar rumah.
Dan di sanalah aku. Membuka pagar rumah dan merasakan udara malam.
Aku dan Mama masih sama-sama diam mendengar suara angin.
Lalu Mama mendongak. Lama.
Aku melirik ke atas.
Bulan dan bintang tersemat bersisian.
"Wah, bulannya terang, Ma,"
"Iya, kemarau begini. Langit lagi jernih-jernihnya," ucap Mama sambil menatap ke atas.
"Bintangnya jelas, Ma,"
"Dulu waktu awal pindah malah lebih banyak. Ingat?"
"Iya, terus banyak kunang-kunang di situ," Aku menunjuk semak di depan.
"Banyak kodok juga," Mama terkikik kecil sebelum melanjutkan, "Banyak ular juga,"
Aku teringat aku pernah berpapasan dengan ular dua-tiga kali di lingkungan rumah. Aku tersenyum masam.
"Sekarang sudah banyak perumahan," Mama menatap lampu di jalan utama depan sana, "Gitu lah,"
Lalu kami diam sambil masih mengawasi pesawat yang beberapa kali melintas, sampai badan sudah cukup segar untuk tidur.
Kegiatan semacam itu masih berulang di malam-malam lainnya. Dialognya pun sama. Kadang tanpa dialog sama sekali.
Malam-malam di tahun-tahun setelahnya, Mama jarang melihat langit lagi. Jadwal mengajar Mama semakin banyak, bahkan baru selesai jam sebelas malam. Sepulang dari kampus, Mama akan langsung lelap. Capek, katanya.
Aku pun semakin jarang keluar ruangan. Malam-malam selanjutnya aku semakin sering menghadap layar empat belas inci untuk menyelesaikan ini itu.
Bulan di Bandung malam ini cantik, Ma.
Hari ini langit cerah, tidak mendung seperti kemarin atau kemarinnya lagi.
Cantiknya.. mengingatkanku pada rutinitas malam-malam kita.
Ma, rindu..
May 11, 2017
Apr 16, 2017
Hal-Hal yang Tidak Tersampaikan Pada Laut
...
Apa hayo? :p
...
First person pov
*kirim sinyal ke langit*
"langit, jangan bocorkan curahanku ya!"
"langit, cerita ini hanya kita yang tahu!"
"langit, meskipun kamu bersahabat dengan laut, jangan dulu kamu bagi cerita kita!"
"langit, meskipun kamu sering bertemu laut di horizon, jangan sekalipun kamu singgung aku ya!"
Langit pov
"tenang, aku bisa jaga rahasia ;)"
...
Dan begitulah langit menjaga janjinya.
Sampai nanti, sampai penuh, sampai jenuh.
Sampai saatnya perempuan itu mengijinkan, mempersilahkan.
Lalu ia akan dengan senang hati membaginya dengan laut,
sebagai hujan.
Apa hayo? :p
...
First person pov
*kirim sinyal ke langit*
"langit, jangan bocorkan curahanku ya!"
"langit, cerita ini hanya kita yang tahu!"
"langit, meskipun kamu bersahabat dengan laut, jangan dulu kamu bagi cerita kita!"
"langit, meskipun kamu sering bertemu laut di horizon, jangan sekalipun kamu singgung aku ya!"
Langit pov
"tenang, aku bisa jaga rahasia ;)"
...
Dan begitulah langit menjaga janjinya.
Sampai nanti, sampai penuh, sampai jenuh.
Sampai saatnya perempuan itu mengijinkan, mempersilahkan.
Lalu ia akan dengan senang hati membaginya dengan laut,
sebagai hujan.
Feb 28, 2017
Sejajar Awan
Sejajar awan aku menghembus nafas
Menghitung jumlah putih yang berserak
Menghirup aroma deja vu yang menyukaiku
Menerka bagaimana kau bisa hadir kembali
Sejajar awan aku melihatmu
Mengingat garis senyum yang membekas
Menghitung ulang berapa kali kacamatamu merosot
Menghafalkan warna jaket yang sering membungkusmu
Sejajar awan aku mendengarmu
Melantunkan samar lagu yang kuingat
Memutar sepenggal obrolan manis di waktu dini
Merunut beberapa momen dalam hari yang terbatas
Sejajar awan aku mengusirmu
Mengibaskan memori yang tertumpuk
Membiaskan spektrum kenangan dalam gumpalan
Meluruhkan sisa-sisa rasa penuh harap saat dulu
Sejajar awan tadi kau mampir sebentar
Namun aku berhasil mengacuhkan permisimu
Oct 29, 2016
Until the next friday-night-routines
Aku ingin berbicara banyak hal denganmu.
Tentang udara lembab malam ini,
Tentang lagu yang sedang kudengar,
Tentang pengamen biola di simpang jalan,
Tentang gelembung kuah makanan yang tidak kusuka,
Tentang keluhan basa-basi di akhir perkuliahan,
Tentang sepasang mata coklat yang jarang kutatap,
Tentang tiga bulan pertama tanpa rutinitas malam sabtu,
Tentang caraku mengakhiri hari dengan mencatat semua yang ingin kubagikan,
Padamu, aku ingin bertemu.
On repeat: IU-Friday
Tentang udara lembab malam ini,
Tentang lagu yang sedang kudengar,
Tentang pengamen biola di simpang jalan,
Tentang gelembung kuah makanan yang tidak kusuka,
Tentang keluhan basa-basi di akhir perkuliahan,
Tentang sepasang mata coklat yang jarang kutatap,
Tentang tiga bulan pertama tanpa rutinitas malam sabtu,
Tentang caraku mengakhiri hari dengan mencatat semua yang ingin kubagikan,
Padamu, aku ingin bertemu.
On repeat: IU-Friday
Mar 15, 2016
Aug 26, 2015
Goals
Assalamualaikum..
Niatnya log in kesini kepingin cerita banyak tentang pengalaman nonton Bigbang Made Tour In Jakarta beberapa minggu lalu..tapi karena kayaknya bakal makan waktu banyak, akhirnya ditunda kapan-kapan aja kalo otak udah bener-bener fresh dari beberapa deadline TT
Sooo....
kali ini cuma mau bilang..
Target hidup sekarang entah agak random, tapi entah kenapa juga ngebet kepingin terlaksana.
Salah satunya, aku kepingin banget bisa solo travelling.
Ke luar negeri kalo bisa.
Sendirian.
Ke negara yang kulturnya unik.
Jepang, Hongkong, atau Thailand.
Sendirian.
Duduk di taman, ngeliatin orang-orang, nangkep momen-momen unik lewat kamera, terus nulis yang banyak sambil nyerutup kopi
Sendirian aja.
Tapi nggak tau gimana cara njelasin dan minta ijinnya ke ortu TT
Niatnya log in kesini kepingin cerita banyak tentang pengalaman nonton Bigbang Made Tour In Jakarta beberapa minggu lalu..tapi karena kayaknya bakal makan waktu banyak, akhirnya ditunda kapan-kapan aja kalo otak udah bener-bener fresh dari beberapa deadline TT
Sooo....
kali ini cuma mau bilang..
Target hidup sekarang entah agak random, tapi entah kenapa juga ngebet kepingin terlaksana.
Salah satunya, aku kepingin banget bisa solo travelling.
Ke luar negeri kalo bisa.
Sendirian.
Ke negara yang kulturnya unik.
Jepang, Hongkong, atau Thailand.
Sendirian.
Duduk di taman, ngeliatin orang-orang, nangkep momen-momen unik lewat kamera, terus nulis yang banyak sambil nyerutup kopi
Sendirian aja.
Tapi nggak tau gimana cara njelasin dan minta ijinnya ke ortu TT
Jul 7, 2015
Green Nocturne - Beautiful Melody, Beautiful Words
Assalamualaikum...
Aku ini tipe orang yang kalo udah nemu lagu enak dan lirik bagus, pasti
langsung muter lagu itu berulang-ulang, sampe yang ikut dengerin pun terkadang
ngeliatin dengan pandangan “bruh, plis ._.”
Diputernya pun bisa betah berjam-jam, berhari-hari, sampai berminggu-minggu.
And this is my current fav... Green Nocturne by Nell.
Aku nemu lagu ini waktu lagi baca fanfic (ngaa a a.. ketauan hobinya) dan playlistnya si author ini bagus-bagus banget.
Liriknya sih bahasa korea, tapi karena terlanjur jatuh hati sama lantunan
musiknya yang lembut dan suara vokalisnya yang bikin merem melek, langsung dah
penasaran sama lyric translationnya.
Dan ternyata terjemahan liriknya pun luar biasa indah dan sekaligus bikin
manggut-manggut.
Just read the lyric below and tell me if u agree with me or not ;)
I didn’t know back then, that’s why I was careless
And that’s why it was more beautiful
Giving and receiving scars is part of being human
And I don’t think I was really scared of that
If you just wipe it, that’s it that’s what tears are
If you don’t go there, that’s it, that’s what memories are
Sometimes, I still think I can be like that
But once again…
It felt a bit strange and unfamiliar
But that’s why it was more beautiful
I clashed against things like I was going to break
And I don’t think I was really scared of that
If you just endure, that’s it, that’s what pain is
If you just take it, that’s it, that’s what sadness is
Sometimes, I still think I can be like that
But once again…
Fear takes a hold of me and my heart grows heavy
And a sigh comes out of my mouth again
Time made me into an adult
But I don’t think it made me strong
Time made me into an adult
But it made me that much more of a fool
I didn’t know back then, that’s why I was careless
And that’s why it was more beautiful
Love is about doing it until you break
And I don’t think I was really scared of that
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pa..
Baru kali ini nulis sesuatu tentang Papa. Beberapa bulan terakhir adalah waktu-waktu membingungkan, kadang sedih tapi sebentar, kadang marah...
-
Halo Bulan Sepuluh..tesisku belum selesai juga :p Hari ini sedang duduk di sebuah tempat minum kopi, untuk menyelesaikan ini itu sedikit l...
-
Agak menyesal kenapa harus segampang itu menceritakan hal ketakutan masa lalu kepada orang. Kamu minta apa? Minta perhatian? Minta dikasih...
-
refleksi hari ini: ketika kamu berpikir kamu sudah berbuat benar dengan melimpahkan sebagian beban pikiran, itu ternyata salah. salah be...