Dec 31, 2017

Tentang Buruk Sangka

Saya ini orangnya mudah berburuk sangka. Jelek sih memang, tapi sisi positifnya, saya selalu punya plan cadangan bila hal terburuk terjadi. Saya juga bisa lebih menyiapkan perasaan untuk menghadapi efeknya, walaupun kadang destruktif (bisa bad mood dan uring-uringan selama beberapa hari) tapi saya toh akhirnya selalu bisa recovery juga.

Salah satu bentuk buruk sangka saya adalah, yang paling sederhana saja ya, bahwa mas-mas mekdi atau mbak-mbak minimarket menyapa saya dengan riang dan ramah hanya karena SOP. Hanya karena peraturan kerjaan mereka.
Karena...siapa lah aku ini sampe harus dibaik-baikin sama orang asing.
Gitu.
Tetapi karena buruk sangka itu juga, kadang saya jadi membatasi ekspektasi. Dan ketika buruk sangka saya itu ternyata salah dan justru terbukti sebaliknya, hasilnya akan....luar biasa hangat dan menyenangkan.

Jadi pada suatu malam pukul sebelas, saya baru saja pulang dari restoran cepat saji karena kepingin kentang goreng. Saat melewati jalan super gelap, saya melihat satu bayangan sedang jongkok di depan sana; seorang bapak-bapak. Otomatis saja memelankan sepeda motor saya, dan menganggukkan kepala padanya pelan, sambil berkata super pelan juga, "Punten pak..."
Bentuk buruk sangka saya saat itu: bapak ini tidak peduli, bapak ini tidak dengar suara saya, bapak ini tidak menangkap gerak sapa kepala saya, bahkan bapak ini cenderung membenci saya yang lewat karena buang-buang asap knalpot di depan dia yang sedang berposisi hampir sejajar jalan.


Tapi, sepersekian detik selanjutnya, bapak itu mendongak, tersenyum dan membalas,
"Sudah malam lho, hati-hati ya.."

...

:')


Saya baru sadar beberapa detik saat sudah cukup jauh, tapi saya sempatkan berteriak, "Makasih Pak!"

Sepanjang sisa perjalanan pulang, senyum ini mengembang terus.
Untuk malam sedingin itu pada pukul sebelas, dada ini terasa hangat.


By the way, selamat tahun baru, 25 menit lagi :)

No comments:

Pa..

Baru kali ini nulis sesuatu tentang Papa. Beberapa bulan terakhir adalah waktu-waktu membingungkan, kadang sedih tapi sebentar, kadang marah...