Suatu hari, di teras sebuah rumah, duduk satu perempuan dan satu laki-laki.
"Kamu tahu apa pelajaran kesukaanku?"
"Apa?" tanya laki-laki itu, dengan nada yang sebenarnya tidak peduli juga.
"Fisika," jawab si perempuan segera.
"Oh..kenapa begitu?" kali ini si lelaki sedikit tertarik.
"Seru, tentang alam ini, pasti ada penjelasan logisnya,"
Lelaki itu hanya tersenyum masam, mengingat dia membenci pelajaran eksakta. Dia kembali memainkan ujung bajunya, tapi melanjutkan, "Lalu pelajaran lain?"
"Biologi!" jawab lawannya segera.
"Dan kenapa itu?"
"Karena, bayangkan saja kalau suatu hari kita diculik alien. Lalu bangun dalam keadaan terpenjara kemudian tubuh kita sedang diteliti. Para alien tidak paham tentang tubuh kita, jadi mereka menanyakan ini itu, bagaimana metabolisme kita, bagaimana struktur tulang kita...."
Si lelaki menatapku tak percaya, tapi tetap menyimak.
"Aku merasa bertanggung jawab kalau aku sampai tidak paham cara kerja tubuhku sendiri!"
Si lelaki terbahak, kemudian mengalihkan pembicaraan dengan iming-iming semangkuk bakso di suatu tempat.
- 2018 -
Sebuah kendaraan berisi lima orang, sepi, masing-masing sibuk dengan pikiran sendiri.
"Dek, ingat nggak cita-cita kamu waktu sekolah dasar? Apa?
"Jadi wartawan," jawab si adik mantap, lalu tersenyum sendiri.
"Iya. Cita-citamu nggak umum. Saat teman sebayamu ingin jadi dokter, guru, polisi, kamu yakin memilih ingin menjadi penulis dan astronot."
Si adik mengerling kakaknya takjub, ia lalu ingat kalau punya keinginan seperti itu. Tak heran dulu ia sangat berusaha menonjol di pelajaran ilmu alam dan sains.
"Iya benar juga.." bisik si adik pelan, sambil membayangkan masa depannya dalam versi yang lain..

No comments:
Post a Comment